Breaking News
Loading...
Loading...
Jul 14, 2017

Begini NARKOBA SABU:Cara Mafia Narkoba Taiwan Membawa Sabu Senilai Hampir Rp 2 Triliun Masuk Pulau Jawa

Begini Cara Mafia Narkoba Taiwan Membawa Sabu Senilai Hampir Rp 2 Triliun Masuk Pulau Jawa
Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan sabu seberat 1 ton dari Tiongkok melalui Anyer
Empat orang mafia sabu warga negara Taiwan berupaya memasukkan 1 ton sabu dalam 51 kotak kemasan, dari China ke Indonesia melalui jalur laut.

Aksi mereka berhasil digagalkan Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih dari Polda Metro Jaya dan Polresta Depok di dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017).
Dari empat pelaku, seorang atas nama Lin Ming Hui yang berperan sebagai bos atau pengendali kawanan ini, ditembak mati petugas, karena melakukan perlawanan saat akan dibekuk.

Dua pelaku lain yakni Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu menyerah dan ditangkap hidup-hidup.
Sementara satu pelaku lainnya Hsu Yung Li berhasil kabur dan masih dalam pencarian petugas.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Faizal Ramadhani mengatakan kawanan mafia sabu asal Taiwan ini memasukkan sabu dari Taiwan ke Indonesia dengan memanfaatkan jalur laut.

Awalnya, kata dia, sabu dikirim dari Taiwan menggunakan kapal besar.
"Kemudian sabu dipindahkan ke perahu kecil atau perahu karet, saat kapal berada di tengah laut," kata dia, Kamis.

Dengan beberapa perahu kecil, kemudian sabu dibawa dan dilabuhkan di dermaga tepi laut di eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten.
Di sana, ke 51 kotak kemasan besar berisi sabu tersebut, dimasukkan dalam dua mobil innova.

"Kali ini aksi mereka berhasil kami gagalkan setelah sekitar dua bulan tim melakukan pemantauan. Kami dapatkan informasi awal penyelundupan sabu ini dari kepolisian Taiwan," kata Faizal.
Menurut Faizal dari cara dan aksinya dipastikan kawanan mafia sabu ini sudah lebih dari sekali menyelundupkan sabu ke Indonesia.
"Kami akan dalami lagi sudah berapa kali mereka menyelundupkan sabu ke Indonesia, termasuk berapa banyak setiap kali pengiriman," katanya.

Dari anyer, kata dia, sabu biasanya dibawa ke Jakarta untuk diedarkan ke Pulau Jawa.
"Terutama sabu mereka diedarkan di kawasan Jabodetabek," kata Faizal.
Kasat Narkoba Polresta Depok Komisaris Kholis Aryana menyebutkan tim gabungan menerima informasi rencana ini sejak lima pekan lalu.
Selama itu pula atau sekitar dua bulan lebih, katanya, penyelidikan dilakukan.
"Diperkirakan nilai 1 ton sabu yang mereka selundupkan ini mencapai Rp 2 Triliun," kata Kholis.
Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus menuturkan awalnya Tim Gabungan Satgas Merah Putih mendapatkan informasi dari Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dari China ke wilayah Indonesia.
"Kemudian tim melakukan penyelidikan selama 2 bulan lebih hingga melakukan penangkapan," katanya.

Dalam penyelidikan katanya tim gabungan terus memonitor, melacak dan mengintai kelompok mafia sabu asal Taiwan, yang diduga termasuk dalam jaringan pengedar sabu internasional ini.
"Akhirnya kita bekuk para tersangka di dermaga eks Hotel Mandalika, di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis 13 Juli 2017," kata Firdaus.
Para tersangka adalah Lin Ming Hui yang berperan sebagai bos atau pengendali kawanan ini.

"Yang bersangkutan terpaksa ditembak mati petugas, karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan," katanya.

Sedangkan dua pelaku yang lainnya berhasil dibekuk adalah Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu.
Sementara satu pelaku lainnya Hsu Yung Li berhasil kabur dan masih dalam pencarian petugas.
Ia menjelaskan rincian sabu dalam kemasan kotak yang disita pihaknya adalah sebanyak 27 kotak di mobil inova gold dan 24 kotak di mobil innova hitam.

"Totalnya ada 51 kotak dengan berat brutto sekitar 1 ton," kata Firdaus.
Pengungkapan ini kata Firdaus dipimpin langsung oleh Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, beserta Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan.(bum) ( sumber )




0 Leave Your Comment :

Post a Comment

Thanks you for your visit please leave your Comment

Back To Top