Breaking News
Loading...
Loading...
Mar 17, 2011

Aksi Tentara Malaysia

FOCUS-GLOBAL.CO.CC, MEDAN - Penganiayaan dan perampokan yang dilakukan Tentara Diraja Malaysia terhadap nelayan Indonesia, bukan hanya dialami Fahrul dan anak buahnya. Saat mereka melaporkan kejadian ini ke HNSI Sumut, beberapa korban lain juga mengungkapkan peristiwa serupa.



Grafis -Tribunnews.com
 Dalam aksinya, Tentara Diraja Malaysian selalu mematikan lampu kapal, mengurangi kecepatan sehingga kapal korban menyusul, melewati kapal mereka dan kemudian mengejarnya. "Aksi mereka seperti bajak laut, lampu kapal dimatikan, tentara itu langsung menyergap dan merampas benda-benda," ujar Ibrahim yang juga menjadi korban.

Kejadian itu dialami Ibrahim (52) warga Lorong Melati Belawan Lama ini, seminggu lalu. Saat itu tentara Diraja Malaysia merampas alat pancingnya dan juga ikan. "Memang kami tidak sempat dipukuli mereka. Tapi barang-barang kami habis dirampok," ujar nelayan pukat pancing ini.

Saat itu tekongnya adalah Muslim yang juga menjadi korban di malam kemarin. Zulfahri Siagian, Ketua HNSI, mengatakan penganiayaan dan perampokan yang dialami nelayan Indonesia tidak lepas dari kurangnya pengawasan dari pengamanan TNI AL. Fahrul mengatakan, dalam sebulan belum tentu dia bertemu patroli TNI AL di perairan Indonesia.

"Yang menjadi pertanyaan, di mana TNI AL berada," ujarnya. Kejadian serupa juga dialami Syam (60) warga Lorong Papan Belawan. Tekong yang membawa anak buah tiga orang ini juga sempat dijarah. Begitu juga Daud, nelayan pancing ini sempat juga dirampas. Hasil tangkapannya 300 kg ikan dibawa tentara itu, seminggu lalu. (*) Sumber : Tribunnews.com

0 Leave Your Comment :

Post a Comment

Thanks you for your visit please leave your Comment

Back To Top