Breaking News
Loading...
Loading...

Socialmedia

Seputar Kabar Artis

Sorot

HEADLINEWS

Showing posts with label Cerita Panas Wanita Lesbian. Show all posts
Showing posts with label Cerita Panas Wanita Lesbian. Show all posts
Sep 26, 2012
Buat Bujang Penakluk Lesbian Hadiah Rp 625 Milliar Siap Buat anda? Mau Klik

Buat Bujang Penakluk Lesbian Hadiah Rp 625 Milliar Siap Buat anda? Mau Klik

Jutawan asal Hongkong, Cecil Chao, menawarkan uang 65 juta dollar AS atau sekitar Rp 625 miliar kepada pria bujangan yang bisa merebut hati putrinya yang lesbian.

putri lesbian,anak pengusaha yang lesbi
ilustrasi - shutterstock
Harian South China Morning Post edisi Rabu (26/9/2012), sebagaimana dikutip kantor berita AFP, melaporkan, tawaran "pernikahan berhadiah" ini setelah Chao gagal mengubah "selera" putrinya, Gigi, yang awal tahun ini menikahi sesama perempuan yang selama tujuh tahun ini menjadi pasangannya di Perancis.
"Saya tidak peduli pria ini kaya atau miskin. Yang penting bahwa dia murah hati dan baik," ujar Chao (76), sebagaimana dikutip harian South China Morning Post.

"Gigi adalah perempuan dengan talenta yang baik dan cantik. Dia sangat taat pada orang tua, murah hati, dan senang membantu," ujar Chao.

Chao juga menampik apa yang dikatakannya sebagai "berita bohong" bahwa Gigi yang kini berusia 33 tahun telah menikah di luar negeri dengan pasangan sesama jenis. Chao menilai Gigi masih lajang.
Chao yang juga pemilik perusahaan properti Cheuk Nang, yang terdaftar di bursa saham setempat, sejauh ini belum bisa dikonfirmasi soal penawaran ini.

Pernikahan sesama jenis kelamin tidak diakui di Hongkong. Kota yang konservatif secara sosial ini menilai hubungan sesama jenis sebagai tindakan kriminal.

Chao merupakan tokoh dan banyak dikenal dalam lingkaran sosial di Hongkong. Dia acap kali tampil di muka umum dan berbagai event dengan pacarnya yang relatif sangat muda. Dia pernah dilaporkan mengklaim dirinya pernah mempunyai hubungan intim dengan sekitar 10.000 perempuan.

Sumber :AFPE ditor : Marcus Suprihadi
Follow Our Twitters
Sep 18, 2012
Foto Adegan Seks Bebas Remaja Zaman Sekarang ( Tanpa Sensor dijamin gakak )

Foto Adegan Seks Bebas Remaja Zaman Sekarang ( Tanpa Sensor dijamin gakak )

Foto Seks bebas dan adegan seks remaja - diluar batas aturan zaman sekarang benar-benar benar membuat kita menarik nafas dalam dalam alias sangat prihatin ,sudah selayaknya dan sudah kita semua yang mempunyai putra -putri yang menginjak usia ABG atau dewasa harus benar-benar memperketat dalam arti mengawasi prilaku,gerak gerik dan jangkauan pergaulan mereka

Sempatkan sesekali kita memantau ketika putra-putri kita pamit dari rumah dengan minta izin belajar sekolah atau sekedar ketemu teman pas pada malam minggu sedang apa sich mereka ? pertanyaan itu wajar timbul pada diri kita selaku orang tua ,pesan admin buat anak anak ABG jangan mudah menerima rayuan gombal,jangan mudah terbuai oleh kata-kata manis dan indah yang membuat kamu bisa lupa diri dan aaah...

Jangan sampai bergaulah pada porsi yang sehat dan tahu batasan mana yang perlu dan yang tidak boleh dilakukan.masa depan hanya satu kali kau raih dalam hodup kamu slamatkan masa depan mu dari perbuatan seks bebas,narkoba dan obat-obat terlarang,penyesalan tidak akan hadir diawal sebuah perjalanan hidup tapi di ahkir sebuah cerita dan perjalanan hidup ini.bila boleh jujur ketika sebuah penyesalan bisa hadir di awal perjalanan hidup ini mungkin semua orang tidak akan pernah salah memilih jalan ..jangan lupa tinggalkan comments kamu dibawah article ini


Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor

Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor


Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor


Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor
Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor

Foto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensorFoto Adegan Seks Bebas Remaja,Video mesum abg jaman sekarang,foto nakal abg super seksi,video mesum abg tanpa sensor

gambar sumber dari : menjelma.com
Follow Our Twitters
Aug 7, 2012
Ada Pasangan Lesbi Manado Jadi Tontonan Warga

Ada Pasangan Lesbi Manado Jadi Tontonan Warga

Lesbian - Pasangan lesbian jadi tontonan warga di Polsek Sario, Kecamatan Sario, Manado, Senin (6/8/2012).
Ada Pasangan Lesbi Manado Jadi Tontonan Warga
Tribun Manado (TRIBUNnews.com Network) melaporkan, gara-gara menenggak minuman keras berlebih, pasangan wanita penyuka sesama jenis berulah di kantor polsek.

Tak ayal pasangan wanita berinisial EC dan AY itu jadi tontonan warga sekitar. Ulah keduanya yang terang-terang mengakui hubungan asmara mereka membuat warga 'geli' sembari tertawa terpingkal-pingkal.

Awal mula cerita EC dan RN, berlabuh di Polsek Sario, gara-gara EC wanita berambut pendek pirang ini menganiaya kenalannya bernama Rico Rakian. Sebelum aksi aniaya itu EC dan Rico menggelar pesta miras di satu tempat hiburan karaoke di Jalan Boulevard, Sario, Senin dini hari

EC yang sudah tak terkontrol menyerang Rico Rakian korban di sebuah warnet. Singkat kata, EC akhirnya diamankan polisi, Senin malam dalam kondisi terpengaruh miras. Mengetahui pasangannya diciduk Polisi, AY wanita seksi berambut panjang mendatangi Polsek Sario. AY pun dipengaruhi miras, matanya merah, dan mulutnya beraroma alkohol.

AY pun merengek sembari menangis mengajak pasangan pulang. Polisi pun tak mengizinkan karena EC merupakan calon tersangka kasus aniaya.

Rengekan AY pun akhirnya jadi tontonan warga. Ia pun tak segan mengakui hubungan asmara terlarang tersebut. Polisi pun dibuat sibuk dengan ulah AY yang ngotot agar pasangannya dipulangkan. Meski sudah dihalang-halangi, AY berusaha menerobos untuk mendekati pasangannya.

EC yang sebelumnya berada di ruang pelayanan, pun terpaksa diungsikan ke ruangan lain untuk menghindari AY.(*) sumber: tribunnews.com
Follow Our Twitters
May 23, 2012
CERITA KHUSUS DEWASA PALING PANAS DAN HOT

CERITA KHUSUS DEWASA PALING PANAS DAN HOT

Cerita Hot Dewasa-Bagi kalian yang belum dewasa dilarang baca cerita yang satu ini, karena cerita ini di khususkan untuk kalian yang sudah menginjak usia dewasa.



Cerita dewasa ini memang sangat menarik dan mengandung makna tersirat didalamnya jadi kalau sebelum membaca cerita ini persiapkan dulu perlengkapan-perlengkapan seperti tisu, gombal, pembersih, pelici dan lain-lainnya, dikawatirkan kalau tidak membawa perlengkapan lengkap dikawatirkan akan muncrat kemana-kemana? (apanya yaa yang muncrat.. -_-' hahaha..)

Cerita Dewasa memang menarik kalau dibaca waktu tengah malam sekitar jam 9 malam keatas lah karena pada waktu ini seluruh hawa yin dan yan akan keluar sehingga membangkitkan semua energi yang tersimpan didalam tubuh kita, kalau gak percaya coba buktikan..! Biar tak terlalu lama-lama dan terlalu penasaran langsung saja dunia malam mulai dari cerita dewasa pertama yang lumayan hot..

Cerita Dewasa

Suatu malam, si joni lagi naik birahinya dan dia pun pergi ke rumah temannya si Sueb yg seorang germo.

joni : "Mat, tolongin gw dong. Cariin cewe. Tapi duit gue cuman 20 ribu nih. Bisa kan...?"

Sueb : "Gila lu. Yg bener aje dong! Mane ada cewe yg mau. Blom sewa kamarnye....."

joni : "Yaelah luh, tolongin gw dong. Udah konak banget nih. Jelek juga gak ape2 deh, yg penting masih ada napasnye..."

Sueb (kasihan) : "Ya udeh, lu tunggu sini. Gw cariin".

Gak lama si Sueb dateng bawa biang ayam negeri.

Sueb : "Nih, lu pake. Bekep dulu mulutnye biar gak berisik..."

joni : "Busyeeettt...yang bener aje dong! Masa' pake ayam...?! Tega lu.....!!!"

Sueb : "Udeh deh, jangan cerewet, daripada lu pake tangan, ntar lecet. Masuk kamar gih sono. Kamar gratis deh, rahasia terjamin".

joni pun dengan terpaksa make ayam.....yg penting ada lobangnye.
Udah puas, joni pun pulang.

Besok malamnya si joni masih pengen lagi terus datang lagi ke si Sueb.

joni : "Mat, gue kepengen lg nih. Tapi duit gue tinggal 10 ribu".

Sueb : "Bener2 gila lu yeee.....Ceban mah dapet apaan. Gini aje deh. Lu gue kasih ngintip orang maen aje di kamar belakang.
Udah gue sediain lobangnye kok. Anggep aja tontonan live gratis. Disono bareng tuh, ada 2 orang juga yang kayak elu".

joni setuju dan ikut gelap-gelapan, gabung bareng bertiga sambil siap2 ngintip.

Gak lama kemudian, terdengar bunyi pintu kamar dibuka. Si joni sama yang lain mulai ngintip. Ternyata yg masuk ke kamar, 2 orang laki-laki yg langsung "main".

Si joni kesel sambil buang ludah mau muntah. "Cuuuiiihhh.....brengsek. Yang maen homo. Sial banget dah...!"

Eeehhh...orang yang disebelah si joni nyeletuk : "Masih mending yg maen homo. Kemaren malah ada orang maen ama ayam. Gobloknya gak ketulungan tuh orang.....!!!"

joni : (muka memerah)

Cerita humor lucu ini di ceritakan oleh teman saya sebut saja Rojali (yang sering nongkrong di kaskus mungkin kenal). Begini cerita nya

Sebenernya saya pria beruntung nih gan. Karena saya punya seorang pacar yang cantik,baek,pengertian. Dan sebentar lg jg akan nikah.


Tp ada 1 hal yg selalu menggangu, yaitu karena pacar saya punya seorang adik cewek yg jg tidak kalah cantik. Bahkan lebih muda dan menarik.
Setiap kali saya datang kerumah pacar sy sepertinya dia selalu mencoba menarik perhatian sy.
Biasanya dia selalu pakai rok mini sama kaos ketat.
Bahkan ketika di depan saya dia sering membungkuk tanpa alasan yg jelas,seolah-olah emang sedang pamer. Jujur lah gan sebagai lelaki normal saya cm bisa menelan ludah sambil berandai-andai.

Sampai akhirnya pada suatu saat sy bertamu kermh pcr sy, nah kebetulan dia lg keluar.

Dan dirmh hanya ada adiknya yg imut2 seorang diri. Dan seperti biasa di pakai rok mini sama kaos ketat aja gan. Lalu tiba2 dia mendekat kearah saya dan berbisik di telinga" bahwa sebenernya dia pgn banget bercinta sama saya sebelum saya menikah sama kakaknya. Mendengar kata2 itu saya cuma bisa melongo tanpa berkata apa2.

Lalu dia menuju tangga ke arah kamarnya diatas. Setelah sampai diatas dia lalu melempar celana dalamya sambil bilang" cepetan mas aqu tunggu di atas.

Tanpa pikir panjang lagi saya langsung berbalik ke arah pintu dan segera berlari menuju kedalam mobil.
tapi alangkah kagetnya karena begitu di depan pintu saya udh disambut tepuk tangan pacar saya dan seluruh keluarganya. Dan calon mertua saya berkata" selamat nak! Kamu udah lulus ujian kecil di keluarga ini. Dan pantas jadi menantu saya.

Cerita Dewasa 2012 OBROLAN 2 Wanita bertetangga :

Nita : "apa kamu suka perhatikan wajah suamimu waktu kamu lagi ML?"
Susi : "iya, pernah... waktu itu dia keliatan marah banget !! "
Nita : "lho.. emang knapa kok dia bisa marah ??"
Susi : "soalnya dia ngeliatnya dari jendela!!!!!!!!"


Itulah beberapa cerita dewasa yang sempet saya abadikan sebelumnya saya juga posting mengenai cerita sex dan cerita seks gimana perasaan sobat semua apakah sudah loyo membaca cerita hot diatas kalau belum tunggu postingan Dunia Malam selanjutnya yang juga tak kalah seru..! khususnya mengenai cerita dewasa.

sumber:http://duniamalam-jakarta.blogspot.com/2012/03/cerita-dewasa.html
May 16, 2012
Pak RT-ku Yang Nakal dan Ganjen

Pak RT-ku Yang Nakal dan Ganjen

Pak Vito(bukan nama yang sebenarnya) adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air ledeng. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahunan dan mempunyai dua istri. Benar kata orang bahwa dia ini seorang bandot tua, buktinya ketika di rumahku kalau aku lewat di depannya, seringkali matanya jelalatan menatap padaku seolah-olah matanya tembus pandang ke balik pakaianku. Bagiku sih tidak apa-apa, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku memakai baju rumah yang seksi kalau lewat di depannya. Aku yakin di dalam pikirannya pasti penuh hal-hal yang jorok tentangku.

Pada suatu hari aku sedang di rumah sendirian. Aku sedang melakukan fitness untuk menjaga bentuk dan stamina tubuhku di ruang belakang rumahku yang tersedia beberapa peralatan fitness. Aku memakai pakaian yang enak dipakai dan menyerap keringat berupa sebuah kaus hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah sehingga buah dadaku yang montok itu agak tersembul keluar terutama kalau sedang menunduk apalagi aku tidak memakai BH, juga sebuah celana pendek ketat merk ‘Nike’ yang mencetak pantatku yang padat berisi. Waktu aku sedang melatih pahaku dengan sepeda fitness, tiba-tiba terdengar bel berbunyi, segera saja kuambil handuk kecil dan mengelap keringatku sambil berjalan ke arah pintu. Kulihat dari jendela, ternyata Pak Vito yang datang, pasti dia mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan ayah padaku tadi pagi.

Kubukakan pagar dan kupersilakan dia masuk.
“Silakan Pak duduk dulu ya, sambil nunggu saya ambil uangnya” senyumku dengan ramah sambil mempersilakannya duduk di ruang tengah.
“Kok sepi sekali Dik, kemana yang lain?”
“Papa hari ini pulangnya malam, tapi uangnya udah dititip ke saya kok, Mama juga lagi arisan sama teman-temannya”.
Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku, terutama bagian dadaku yang agak terlihat itu. Aku juga sadar kalau dadaku sempat diintip olehnya waktu menunduk untuk menaruh segelas teh untuknya.

“Minum Pak”, tawarku lalu aku duduk di depannya dengan menyilangkan kaki kananku sehingga pahaku yang jenjang dan putih itu makin terlihat.

Nuansa mesum mulai terasa di ruang tamuku yang nyaman itu. Dia menanyaiku sekitar masalah anak muda, seperti kuliah, hoby, keluarga, dan lain-lain, tapi matanya terus menelanjangiku.
“Dik Citra lagi olah raga yah, soalnya badannya keringatan gitu terus mukanya merah lagi” katanya.
“Iya nih Pak, biasa kan cewek kan harus jaga badan lah, cuma sekarang jadi pegel banget nih, pengen dipijat rasanya, Bapak bisa bantu pijitin nggak?” godaku sambil mengurut-ngurut pahaku.
Tanpa diminta lagi dia segera bangkit berdiri dan pindah ke sebelahku, waktu berdiri kuperhatikan ia melihat putingku yang menonjol dari balik kausku, juga kulihat penisnya ngaceng berat membuatku tidak sabar mengenggam benda itu.

“Mari Dik, kesinikan kakinya biar Bapak pijat”
Aku lalu mengubah posisi dudukku menjadi menyamping dan menjulurkan kakiku ke arahnya. Dia mulai mengurut paha hingga betisku. Uuuhh.. pijatannya benar-benar enak, telapak tangannya yang kasar itu membelai pahaku yang putih mulus hingga membangkitkan birahiku. Akupun mendesah-desah sambil menggigit bibir bawahku.
“Pijatan Bapak enak ya Dik?” tanyanya.
“Iya Pak, terus dong.. enak nih.. emmhh!” aku terus mendesah membangkitkan nafsu Pak Vito, desahanku kadang kusertai dengan geliat tubuh.
Dia semakin berani mengelus paha dalamku, bahkan menyentuh pangkal pahaku dan meremasnya.
“Enngghh.. Pak!” desahku lebih kuat lagi ketika kurasakan jari-jarinya mengelusi bagian itu.

Tubuhku makin menggelinjang sehingga nafsu Pak Vito pun semakin naik dan tidak terbendung lagi. Celana sportku diperosotkannya beserta celana dalamku.

“Aaww.. !” aku berlagak kaget sambil menutupi kemaluanku dengan telapak tanganku.
Melihat reaksiku yang malu-malu kucing ini dia makin gemas saja, ditariknya celanaku yang sudah tertarik hingga lutut itu lalu dilemparnya ke belakang, tanganku yang menutupi kemaluan juga dibukanya sehingga kemaluanku yang berambut lebat itu tampak olehnya, klitorisku yang merah merekah dan sudah becek siap dimasuki. Pak Vito tertegun beberapa saat memandangiku yang sudah bugil bagian bawahnya itu.
“Kamu memang sempurna Dik Citra, dari dulu Bapak sering membayangkan ngentotin kamu, akhirnya hari ini kesampaian juga”, rayunya

Dia mulai melepas kemejanya sehingga aku dapat melihat perutnya yang berlemak dan dadanya yang berbulu itu. Lalu dia membuka sabuk dan celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan tegak. Aku menatap takjub pada organ tubuh itu, begitu besar dan berurat aku sudah tidak sabar lagi menggenggam dan mengulumnya. Pak Vito begitu membuka pahaku lalu membenamkan kepalanya di situ sehingga selangkanganku tepat menghadap ke mukanya.
“Hhmm.. wangi, pasti Adik rajin merawat diri yah” godanya waktu menghirup kemaluanku yang kurawat dengan apik dengan sabun pembersih wanita.
Sesaat kemudian kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik vaginaku, oohh.. lidahnya menjilati klitorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati dinding kemaluanku. Lidah tebal dan kumisnya itu terasa menggelitik bagiku, aku benar-benar merasa geli di sana sehingga mendesah tak tertahan sambil meremasi rambutnya. Kedua tangannya menyusup ke bawah bajuku dan mulai meremas buah dadaku, jari-jarinya yang besar bermain dengan liar disana, memencet putingku dan memelintirnya hingga benda itu terasa makin mengeras.

“Pak.. oohh.. saya juga mau.. Pak!” desahku tak tahan lagi ingin mengulum penis itu.
“Kalau begitu Bapak di bawah saja ya Dik” katanya sambil mengatur posisi kami sedemikian rupa menjadi gaya 69.
Aku naik ke wajahnya dan membungkukkan tubuhku, kuraih benda kesukaanku itu, dalam genggamanku kukocok perlahan sambil menjilatinya. Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak, lalu jilatanku naik lagi ke ujungnya dimana aku mulai membuka mulut siap menelannya. Oohh.. batang itu begitu gemuk dan berdiameter lebar persis seperti tubuh pemiliknya, sehingga akupun harus membuka mulutku selebar-lebarnya agar bisa mamasukkannya.

Aku mulai mengisapnya dan memijati buah pelirnya dengan tanganku. Pak Vito mendesah-desah enak menikmati permainanku, sementara aku juga merasa geli di bawah sana, kurasakan ada gerakan memutar-mutar di dalam liang vaginaku oleh jarinya, jari-jari lain dari tangan yang sama mengelus-elus klitoris dan bibir vaginaku, bukan itu saja, lidahnya juga turut menjilati baik anus maupun vaginaku. Sungguh suatu sensasi yang hebat sekali sampai pinggulku turut bergoyang menikmatinya, juga semakin bersemangat mengulum penisnya. Selama 10 menitan kami menikmatinya sampai ada sedikit terganggu oleh berbunyinya HP Pak Vito. Aku lepaskan penisnya dari mulutku dan menatap padanya.

Pak Vito menyuruhku mengambil HP-nya di atas meja ruang tamu, lalu dia berkata, “Ayo Dik, terusin dong karaokenya, biar Bapak ngomong dulu di telepon”.

Aku pun tanpa ragu-ragu menelan kembali penisnya. Dia bicara di HP sambil penisnya dikulum olehku, tidak tau deh bicara dengan siapa, emang gua pikirin, yang pasti aku harus berusaha tidak mengeluarkan suara-suara aneh. Tangan satunya yang tidak memegang HP terus bekerja di selangkanganku, kadang mencucuk-cucukkannya ke vagina dan anusku, kadang meremas bongkahan pantatku. Tiba-tiba dia menggeram sambil menepuk-nepuk pantatku, sepertinya menyuruhku berhenti, tapi karena sudah tanggung aku malahan makin hebat mengocok dan mengisap penis itu sampai dia susah payah menahan geraman nikmatnya karena masih harus terus melayani pembicaraan. Akhirnya muncratlah cairan putih itu di mulutku yang langsung saya minum seperti kehausan, cairan yang menempel di penisnya juga saya jilati sampai tak bersisa.

“Nggak kok.. tidak apa-apa.. cuma tenggorokkan saya ada masalah dikit” katanya di HP.
Tak lama kemudian dia pun menutup HP nya, lalu bangkit duduk dan menaikkanku ke pangkuannya, tangan kirinya dipakai menopang tubuhku.
“Wah.. Dik Citra ini bandel juga ya, tadi kan Bapak udah suruh stop dulu, ee.. malah dibikin keluar lagi, untung nggak curiga tuh orang” katanya sambil mencubit putingku.
“Hehehe.. sori deh Pak, kan tadi tanggung makannya saya terusin aja, tapi Bapak seneng kan” kataku dengan tersenyum nakal.

“Hmm.. kalo gitu awas ya sekarang Bapak balas bikin kamu keluar nih” seringainya.
Lalu dengan sigap tangannya bergerak menyelinap diantara kedua pangkal pahaku. Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan mengorek-ngorek vaginaku, aku meringis ketika merasakan jari-jari itu bergerak semakin cepat mempermainkan nafsuku.

Pak Vito menurunkan kaos tanpa lenganku dari bahu dan meloloskannya lewat lengan kananku, sehingga kini payudara kananku yang putih montok itu tersembul keluar. Dengan penuh nafsu langsung dia lumat benda itu dengan mulutnya. Aku menjerit kecil waktu dia menggigit putingku dan juga mengisapnya kuat-kuat, bulatan mungil itu serasa makin menegang saja. Dia membuka mulutnya lebar-lebar berusaha memasukkan seluruh payudaraku ke mulutnya, di dalam mulutnya payudaraku disedot, dikulum, dan dijilat, rasanya seperti mau dimakan saja milikku itu. Sementara selangkanganku makin basah oleh permainan jarinya, jari-jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja. Hingga suatu saat birahiku terasa sudah di puncak, mengucurlah cairan cintaku dengan deras. Aku mengatupkan pahaku menahan rasa geli di bawahku sehingga tangannya terhimpit diantara kedua paha mulusku.

Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak jari-jarinya sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati cairanku dijarinya itu, aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan cintaku sendiri. Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini dia mengelus-ngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya. Telapak tangannya yang penuh sisa-sisa cairan itu dibalurinya pada payudaraku.

“Sayang kalo dibuang, kan mubazir” ucapnya.
Kembali lidahnya menjilati payudaraku yang sudah basah itu, sedangkan aku menjilati cairan pada tangannya yang disodorkan padaku. Tanganku yang satu meraba-raba ke bawah dan meraih penisnya, terasa olehku batang itu kini sudah mengeras lagi, siap memulai aksi berikutnya.

“Enggh.. masukin aja Pak, udah kepingin nih”.
Dia membalik tubuhku, tepat berhadapan dengannya, tangan kananya memegangi penisnya untuk diarahkan ke vaginaku. Aku membukakan kedua bibir vaginaku menyambut masuknya benda itu. Setelah kurasakan pas aku mulai menurunkan tubuhku, secara perlahan tapi pasti penis itu mulai terbenam dalam kemaluanku. Goyanganku yang liar membuat Pak Vito mendesah-desah keenakan, untung dia tidak ada penyakit jantung, kalau iya pasti sudah kumat. Kaosku yang masih menyangkut di bahu sebelah kiri diturunkannya sehingga kaos itu menggantung di perutku dan payudara kiriku tersingkap. Nampak sekali bedanya antara yang kiri yang masih bersih dengan bagian kanan yang daritadi menjadi bulan-bulanannya sehingga sudah basah dan memerah bekas cupangan.

Kedua tangannya meremas-remas kedua payudaraku, ketika melumatnya terkadang kumisnya yang kasar itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Lidahnya bergerak naik ke leherku dan mencupanginya sementara tangannya tetap memainkan payudaraku. Birahiku sudah benar-benar tinggi, nafasku juga sudah makin tak teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan pertama kalinya dia berselingkuh seperti ini. Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi, frekuensi goyanganku kutambah, lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus berpacu sambil bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetes-netes di sekitar mulut, eranganku teredam oleh ciumannya. Mengetahui aku sudah mau keluar, dia menekan-nekan bahuku ke bawah sehingga penisnya menghujam makin dalam dan vaginaku makin terasa sesak. Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak tertahankan lagi terdengar dari mulutku, perasaan itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukannya.

Dia menurunkanku dari pangkuannya, penisnya terlihat berkilauan karena basah oleh cairan cinta. Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Setelah minum beberapa teguk, aku merasa sedikit lebih segar, paling tidak pada tenggorokanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. Kaosku yang masih menggantung di perut dia lepaskan, sehingga kini aku bugil total. Sebelum tenagaku benar-benar pulih, Pak Vito sudah menindih tubuhku, aku hanya bisa pasrah saja ditindih tubuh gemuknya. Dengan lembut dia mengecup keningku, dari sana kecupannya turun ke pipi, hingga berhenti di bibir, mulut kami kembali saling berpagutan. Saat berciuman itulah, Pak Vito menempelkan penisnya pada vaginaku, lalu mendorongnya perlahan, dan aahh.. mataku yang terpejam menikmati ciuman tiba-tiba terbelakak waktu dia menghentakkan pinggulnya sehingga penis itu menusuk lebih dalam.

Kenikmatan ini pun berlanjut, aku sangat menikmati gesekan-gesekan pada dinding vaginaku. Buah dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang sedikit berbulu, kedua paha rampingku kulingkarkan pada pinggangnya. Aku mendesah tak karuan sambil mengigiti jariku sendiri. Sementara pinggulnya dihentak-hentakkan diatasku, mulutnya tak henti-hentinya melumat atau menjilati bibirku, wajahku jadi basah bukan saja oleh keringat, tapi juga oleh liurnya. Telinga dan leherku pun tak luput dari jilatannya, lalu dia angkat lengan kananku ke atas dan dia selipkan kepalanya di situ. Aahh.. ternyata dia sapukan bibir dan lidahnya di ketiakku yang halus tak berbulu itu, kumis kasar itu menggelitikku sehingga desahanku bercampur dengan ketawa geli.

“Uuuhh.. Pak.. aakkhh.. !” aku kembali mencapai orgasme.
Vaginaku terasa semakin banjir, namun tak ada tanda-tanda dia akan segera keluar, dia terlihat sangat menikmati mimik wajahku yang sedang orgasme. Suara kecipak cairan terdengar jelas setiap kali dia menghujamkan penisnya, cairanku sudah meleleh kemana-mana sampai membasahi sofa, untung sofanya dari bahan kulit, jadi mudah untuk membersihkan dan menghilangkan bekasnya. Tanpa melepas penisnya, Pak Vito bangkit berlutut di antara kedua pahaku dan menaikkan kedua betisku ke pundaknya. Tanpa memberiku istirahat dia meneruskan mengocok kemaluanku, aku sudah tidak kuat lagi mengerang karena leherku terasa pegal, aku cuma bisa mengap-mengap seperti ikan di luar air.

“Bapak udah mau.. Dik.. Citra.. !” desahnya dengan mempercepat kocokkannya.
“Di luar.. Pak.. aku ahh.. uuhh.. lagi subur” aku berusaha ngomong walau suaraku sudah putus-putus.
Tak lama kemudian dia cabut penisnya dan menurunkan kakiku. Dia naik ke wajahku, lalu dia tempelkan penisnya yang masih tegak dan basah di bibirku. Akupun memulai tugasku, kukulum dan kukocok dengan gencar sampai dia mengerang keras dan menjambak rambutku. Maninya menyemprot deras membasahi wajahku, aku membuka mulutku menerima semprotannya. Setelah semprotannya mereda pun aku masih mengocok dan mengisap penisnya seolah tidak membiarkan setetespun tersisa. Batang itu kujilati hingga bersih, benda itu mulai menyusut pelan-pelan di mulutku. Kami berpelukan dengan tubuh lemas merenungi apa yang baru saja terjadi.

Sofa tempat aku berbaring tadi basah oleh keringat dan cairan cintaku yang menetes disana. Masih dalam keadaan bugil, aku berjalan sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air putih. Waktu aku kembali ke ruang tamu, Pak Vito sedang mengancingkan lagi bajunya, lalu meneguk air yang tersisa di gelasnya.
“Wah Dik Citra ini benar-benar hebat ya, istri-istri Bapak sekarang udah nggak sekuat Adik lagi padahal mereka sering melayani Bapak berdua sekaligus” pujinya yang hanya kutanggapi dengan senyum manis.

Setelah berpakaian lagi, aku mengantarnya lagi ke pintu depan. Sebelum keluar dari pagar dia melihat kiri kanan dulu, setelah yakin tidak ada siapa-siapa dia menepuk pantatku dan berpamitan.
“Lain kali kalo ada kesempatan kita main lagi yah Dik”

“Dasar bandot, belum cukup punya istri dua, masih ngembat anak orang” kataku dalam hati.
Akhirnya aku pun mandi membersihkan tubuhku dari sperma, keringat, dan liur. Siraman air menyegarkan kembali tubuhku setelah seharian penuh berolahraga dan berolahsyahwat. Beberapa menit sesudah aku selesai mandi, ibuku pun pulang. Beliau bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya agak berkurang, aku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar ‘medan laga’ kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi.
E N D sumber
May 10, 2012
Foto-foto Mesra Intan Ayu dengan sesama wanita beredar

Foto-foto Mesra Intan Ayu dengan sesama wanita beredar

Bintang sinetron Intan Ayu membantah jika dirinya adalah seorang lesbian. Foto-foto mesra Ayu dengan seorang wanita beredar luas di dunia maya.

"Gue dituduh lesbian di foto itu, gila. Ya kalau gue sih, kocak aja, lucu. Kalau teman-teman gue tahu tentang itu mereka pasti ketawa, it's very funny thing," terang Intan saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (9/5).

Dalam foto yang tersebar di internet, Intan Ayu terlihat mencium bagian leher dari seorang wanita yang diduga juga seorang pemain sinetron. Sementara di foto lainnya, Intan berpose bersama tiga orang.

"Iya, itu foto gue. Banyak orang iseng, orang yang nggak ada kerjaan. Gue sih nggak terlalu pusing mikirin sih," tegasnya.

"Gue masih suka cowok kali. Ya memang gue masih single sih, tapi gue selektif sudah pasti," tandasnya. [fei]
sumber
May 3, 2012
Cerita Panas Seks Mahasiswi di Kamar Kost

Cerita Panas Seks Mahasiswi di Kamar Kost

Waktu sudah menunjukan jam 19.15 saat Mira dan Lisa pulang menghabiskan hari dari sebuah mall di sebuah kota kecil di Cirebon, kota tempat mereka menuntut ilmu pada sebuah Perguruan tinggi swasta terkemuka. Saat itu kampus mereka sedang liburan semester yang lumayan lama

Sehingga banyak di antara teman-teman mereka yang memilih pulang kampung, namun bagi Mira dan Lisa lebih memilih untuk tetap tinggal di kota Cirebon karena tidak banyak yang dapat mereka kerjakan untuk mengisi waktu liburan di Jakarta kota asal mereka.

Sampai di tempat kost mereka kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitarnya sudah sepi begitupula di dalam kost-kostan karena semua penghuninya pulang ke kampung atau kota asal mereka masing-masing untuk memanfatkan waktu liburan kuliah mereka, dan kini tinggallah mereka berdua saja yang masih bertahan di dalam areal kost yang luas dan besar itu. Walau usia mereka terpaut jauh, mereka berdua sangatlah akrab karena selain mereka tinggal sekamar dan berasal dari Jakarta, di kampus mereka juga satu fakultas.

Mira saat ini berusia dualima tahun, sementara Lisa baru berusia sembilan belas tahun. Keduanya memiliki wajah yang cantik, Mira dengan bentuk badan yang berukuran sedang nampak anggun dengan penampilan kesehariannya, sedangkan Lisa memiliki tubuh yang mungil dan wajah yang imut-imut. Banyak pria yang tertarik kepada mereka berdua, karena bukan saja mereka cantik dan pintar, namun mereka juga pandai dalam bergaul dan ringan tangan. Akan tetapi dengan halus pula mereka menolak berbagai ajakan yang ingin menjadikan mereka sebagai kekasih atau pacar dari para pria yang mendekati mereka.

Mira saat ini lebih memilih berkonsentrasi untuk menghadapi sidang skripsinya, sedang Lisa yang baru menamatkan tahun pertamanya di kampus tersebut lebih memilih untuk aktif di organisasi kampus dari pada pacaran atau berhura-hura.

Sesampainya di kost, Mira langsung menuju ke kamar kost dan membuka pintu, sedangkan Lisa mampir dulu ke kamar mandi yang terletak agak jauh dari kamar kost mereka. Setelah membuka kamar, Mira begitu terkejut ketika dilihatnya kamar mereka sudah berantakan seperti habis ada pencuri. Belum lagi sempat memeriksa segalanya, tiba-tiba kepala Mira sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Mira tidak tahu apa-apa sampai tubuhnya digoncang-goncang seseorang hingga tersadar dan menemukan dirinya sudah dalam keadaan terikat di kursi tempat dia duduk untuk belajar dan mulutnya disumpal kain, sehingga tidak dapat bersuara.

Belum lagi lama dia siuman, matanya terbelalak ketika melihat pemandangan di sekitarnya, ia melihat dua pria di depannya. Yang memerintahkannya bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya berambut gondrong dia hanya mengenakan celana jeans kumal, badannya telanjang penuh dengan tatto. Dan satu orang lagi juga berbadan agak gemuk, berambut acak-acakan juga hanya mengenakan celana jeans.

Wajah mereka khas, usia mereka sekitar 38 tahunan. Sementara kamar kost mereka dalam keadaan tertutup rapat, jendela pun yang tadinya agak sedikit terbuka kini telah tertutup rapat. Tidak beberapa lama kemudian mata Mira kembali terbelalak dan ingin menjerit, karena kedua orang itu ternyata dikenalnya. Yang membangunkan dia bernama Kasim dan satu lagi bernama Danu atau sering dipangil Komenk. Mereka berdua adalah teman dari Donce pemilik kost yang sering nongkrong di tempat itu, pekerjaan mereka tidak jelas.

Memang beberapa waktu yang lalu Mira dan Lisa dikenalkan oleh Donce kepada Kasim dan Komenk. Karena dengan setengah memaksa Donce, Kasim dan Komenk ingin dikenalkan dengan Mira dan Lisa yang waktu itu baru pulang dari kampus.

Rupanya mereka berdua tertarik dengan kecantikan Mira dan Lisa. Akan tetapi rupanya cinta mereka bertepuk sebelah tangan, Mira dan Lisa lebih sering menghindar untuk bertemu dengan Kasim dan Komenk. Dan yang membuat hati Mira menjerit dan panas adalah begitu sadar sepenuhnya dan mengetahui Kasim sedang duduk di pinggir ranjang mereka sambil memangku Lisa yang saat itu sudah tinggal memakai pembungkus payudara (BH/Kutang) dan celana dalamnya (CD) saja yang berwarna putih.

Lisa sambil menangis memohon-mohon minta dilepaskan, air matanya telah membasahi wajahnya yang cantik itu. Tapi si Kasim yang badannya jauh lebih besar itu tidak menghiraukannya, dia mulai meremas-remas payudara Lisa yang baru sekepalan tangan orang dewasa itu yang masih terbungkus pembungkus payudara itu, kemudian menjilati leher Lisa.

“Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat..”!

Setelah itu dilumatnya dengan rakus bibir indah Lisa dengan bibirnya, Hmp.., cup.., cup.., begitulah bunyinya saat kedua bibir mereka beradu. Air liur pun sampai menetes-netes keluar, rupanya lidah Kasim bermain di dalam rongga mulut Lisa. Sementara itu Komenk yang berada di samping Mira berkata kepada Mira

“Hei, loe sudah bangun ya, teman loe ini boleh juga, gw pake dia dulu ya, baru setelah itu giliran loe, nah sekarang loe perhatikan gw baik-baik kalo sampe loe nanti engga bisa muasin nafsu gw, mampus deh loe..”! sambil mengelus-elus kepala Mira. Mira mau berontak tapi tidak dapat berbuat apa-apa, Mira pun mulai pucat.

Lalu Kasim yang masih memangku Lisa menyudahi serbuan bibirnya dan berkata, Ok Sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang! Dia memerintahkan Lisa berlutut di depannya dan memerintahkannya membukakan celana jeans kumalnya, lalu mengulum batang Kontol-nya.
Sambil menangis Mira memohon belas kasih, “J.. ja.. angan.. tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini”! Belum selesai berkata, tiba-tiba, Pllaakk!!!

“Masukkan ke dalam mulut loe, hisap atau gw bunuh loe..”! si Kasim menampar pipinya dan menjambak rambutnya. Dengan terpaksa Lisa dibuat berlutut di depannya,

Terpaksa dengan putus asa dan wajah yang pucat dan gemetar, Lisa membuka celana Kasim dan begitu dia menurunkan celana dalam Kasim tampaklah Kontol Kasim yang telah membesar dan menegang. Tanpa membuang waktu Kasim segera memasukkan kemaluannya itu ke mulut Lisa yang mungil itu. batang Kontol-nya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Lisa.

“Hhmpp.., emphh.. mpphh..”! begitulah suara Lisa saat mulutnya dijejali dengan Kontol Kasim.

Komenk juga tidak tinggal diam, rupanya nafsu telah memenuhi otaknya, setelah dia melepas celana jeansnya dia berdiri di samping Lisa, memerintahkan Lisa mengocokkan batang Kontol-nya yang juga telah membesar dengan tangan. Kontol Komenk tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Lisa dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali Kontol Kasim dan tangan kanannya mengocok Kontol Komenk.

“Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis cantik ini, lain dari yang lain..”! kata Kasim.

“Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih..”! timpal Komenk.

Beberapa lama kemudian nampak tubuh Kasim menegang, seluruh badannya mengejang, dan

“A.. akh….. Aaaahhhhhhhhhh…”!!! Kasim akhirnya menyemprotkan pejunya di mulut Lisa.

Cairan putih kental memenuhi mulut Lisa menetes di pinggir bibirnya seperti banyak diliah di video bokep, dan Lisa terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka dan juga kuatnya pegangan tangan Kasim di kepalanya. Setelah itu mereka melepas pembungkus payudara dan CD Lisa, sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara dan bulu-bulu kemaluannya yang masih halus dan jarang.

Waw cantik sekali anjing ini. ujar Komenk sambil memandangi tubuh bagian dada dan bawah Lisa yang sedang terisak-isak ketakutan.

Kali ini Komenk duduk di pinggir ranjang dan memerintahkan Lisa berjongkok di depannya sambil terus memijati dan mengocok Kontol dengan tangannya. Lisa terpaksa menuruti kemauan Komenk itu sambil sesekali dipaksa untuk menjilati ujung batang Kontol-nya, sehingga Komenk mendengus keenakan. Sementara itu si Kasim mengambil posisi berbaring di bawah kemaluan Lisa dan menjilati liang vaginanya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang Memek nikmat itu. Seketika itu Lisa kaget

“Ehhgh.., iihh.. iih.. eggmhh..”! Lisa pun merintih-rintih jadinya, badannya menggeliat-geliat akibat tusukan jari-jari serta jilatan lidah Kasim di memek perawan Lisa.

“Ayo Bitch!!.., kocok terus barang gw..”! bentak Komenk sambil menampar kepala Lisa.

Kembali Lisa mengocok kemaluan Komenk sambil badannya terus meliak-liuk karena kemalunnya mendapat serangan dari tangan dan lidah Kasim. Dari bibirnya pun terus terdengar suaranya merintih-tintih.

Sekitar 10 menit dikocok, Komenk memuncratkan Pejuh-nya dan membasahi wajah serta rongga mulut Lisa. Kali ini Lisa sudah tidak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu Komenk jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Lisa dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang.

“Pelacur an***g..! Kurang ajar, berani-beraninya membuang air pejuh ku. Kalo sekali lagi begitu, kurontokkan gigi loe, dengar itu..”! bentaknya.

Kasim pun terpaksa menyudahi aktifitasnya dan ikut-ikutan menampar Lisa.

“Goblok..! gw lagi asyik nikmatin memek loe. loe jangan macem-macem ya..”! bentak Kasim.

Lisa hanya dapat menangis memegangi pipinya yang merah akibat dua kali tamparan itu. Nampak kemarahan Mira bangkit karena teman dekatnya diperlakukan begitu. Mira meronta-ronta di kursinya, tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksi Mira si Kasim berkata..

“Kenapa? loe tidak terima ya pacar loe gw pinjam, tapi sayang sekarang loe nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..! Abis ini giliran loe yang gw entot..! Hahaha..”!

Mereka kembali menggerayangi tubuh Lisa, kali ini Kasim merentangkan tubuh Lisa di tempat tidur dan membuka lebar kedua pahanya, dan segera mulai memasukkan batang kejantanannya ke liang Memek nikmat Lisa.

“Ja.. Jaa.. jangan. Aduh.., tto.. long.., Mbak Mira. Ampun Bang..”! pinta Lisa sambil mencoba berontak tapi dengan sigapnya Komenk membantu Kasim dengan memegangi kedua tangan Lisa.

Kontol yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang Memek nikmat Lisa yang masih sempit, sehingga dari wajah Lisa terlihat dia menahan sakit yang amat sangat, tangisannya pun semakin keras.

Setelah hampir seluruh batang Kontol-nya terbenam di dalam liang Memek nikmat Lisa, Kasim mulai memaju-mundurkan pantatnya, mulai dengan irama pelan hingga dengan cepat. Keringat pun dengan deras membasahi kedua tubuh itu. Beberapa saat kemudian dari sela-sela kemaluan Lisa mengucur darah segar bercampur dengan cairan bening hingga warnanya berubah menjadi merah muda meleleh membasahi paha Lisa.

sumber:http://web2lisan.wordpress.com/2012/04/03/cerita-seks-mahasiswi-di-kamar-kost/
Apr 20, 2012
Calon Asistenku yang Binal

Calon Asistenku yang Binal

Sudah sejak seminggu yang lalu Lenny sekretarisku mengeluh kalau pekerjaannya sekarang bertambah banyak, karena memang beberapa waktu ini aku membeli beberapa perusahaan baru untuk perluasan bisnisku. Sebagai sekretaris pribadi, maka Lenny harus mengetahui semua permasalahan bisnisku dengan mendetail sehingga dapat dimaklumi bahwa dia agak kerepotan juga menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Karena dia terus mengeluh, maka aku menyuruh dia untuk mencari asisten untuk membantunya.

Lenny sangat gembira karena aku mengijinkannya mencari asisten, tentu saja dia tak akan lupa dengan pesanku bahwa asistennya harus dapat memuaskan aku baik pekerjaannya maupun seksnya. Lenny hanya tertawa waktu mendengar permintaanku itu. Aku juga yakin bahwa tak terlalu sulit untuk mendapatkan sekretaris yang sehebat Lenny luar dalam, karena aku berani membayar sangat mahal untuk pelayanan mereka, namun yang menarik bagiku adalah kesempatan untuk menguji mereka secara langsung. Karena disinilah selera petualanganku aan terpuaskan dengan menggoda para calon sekretaris itu. Setelah melalui screening yang ketat oleh personalia, Lenny akhirnya menyetujui 6 calon asisten yang untuk itu dimintanya aku untuk menguji langsung mereka itu.

 Lenny terus-menerus tersenyum ketika ia menceritakan betapa cantiknya para calon sekretaris yang melamar dan pasti aku akan bingung untuk memilihnya. Akupun hanya tertawa karena aku yakin pikiran Lenny sudah ngeres saja. Dalam hati aku sudah tak sabar menunggu jam makan siang, karena setelah itu para calon pegawaiku ini akan menghadapku. Ketika aku kembali dari makan siang, kulihat diruang tunggu sudah berderet duduk beberapa gadis yang rata-rata berdandan rapi. Dari pandangan pertama aku mengakui bahwa mereka rata-rata cantik hanya saja kelihatannya kalau umurnya masih muda. Mereka semua memandangku dengan penuh harap sambil berusaha menunjukkan senyum yang terindah, aku membalas senyum mereka dan langsung masuk ke ruanganku. Lenny yang sudah menunggu aku langsung mendatangiku dan menanyakan apakah aku sudah siap untuk mulai wawancara.

Aku mengangguk namun kusempatkan untuk bertanya pada Lenny, apakah semuanya masih perawan, Lenny menjawab bahwa perasaan dia ada dua yang masih perawan yaitu yang namanya Indah dan Ratih, kalau yang lainnya kelihatannya sudah punya pengalaman. Yang pertama masuk seorang gadis memakai rok ketat berwarna biru tua, wajahnya cantik dengan tubuh yang tinggi langsing. Dengan penuh hormat ia menjabat tanganku dan duduk didepanku sambil menyerahkan berkas wawancara dari staffku sebelumnya. Kubaca namanya adalah Hesti ia lulusan Akademi Sekretaris yang terkenal di kota Bandung umurnya baru 21 tahun. Setelah mengetahui jati dirinya aku menutup map itu dan memandangnya tajam. Hesti menatap pandanganku dengan berani meskipun tetap sopan. Aku langsung menanyainya dengan beberapa hal yang umum mengenai kemampuannya, sementara mataku dengan teliti memandang wajah serta badannya. Aku kurang suka dengan Hesti ini karena badannya terlalu langsing meskipun susunya kelihatan cukup montok untuk badan selangsing dia itu. Setelah dia tak begitu canggung berbicara denganku, aku mulai memasang jebakanku, kutawari dia untuk merokok, Hesti kaget mendengar tawaranku itu, dengan ragu-ragu ia memandangku. ketika kukatakan bahwa kalau dia memang biasa merokok boleh saja merokok agar bisa lebih santai berbicara, barulah ia berani mengambil sebatang Marlboro yang kusodorkan. Ketika kutanyakan apakah dia berkebaratan kalau aku bertanya hal hal yang bersifat pribadi, dia langsung menggelengkan kepalanya tanda tak keberatan.

Aku tersenyum sambil membetulkan dudukku. “Apakah Hesti sudah punya pacar?”, Hesti tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Apakah pacar Hesti juga tinggal di Bandung?”. “Tidak Pak, pacar saya ada di Jakarta”. “Oh, makanya Hesti kepengen kerja di Jakarta ya?” Hesti lagi-lagi mengangguk dan tersenyum manis. “Apakah ini pacar Hesti yang pertama ataukah sebelumnya sudah sering berpacaran? “Sering Pak, tetapi semuanya sudah putus karena tak cocok!”. Aku tersenyum dan bertanya lagi, “Selama berpacaran, apa saja yang dilakukan oleh Hesti?”. “Maksud Bapak bagaimana ya?”, Hesti balas bertanya. “Maksud Bapak, apakah hanya sekedar omong-omong, atau dengan tindakan tindakan lain! Hesti terdiam dan hanya tersenyum mendengar pertanyaanku yang mulai terarah itu. “Sebagai seorang sekretaris, Hesti harus bisa menyimpan rahasia perusahaan secara maksimal, maka bagi Bapak, kalau Hesti bisa berkata jujur mengenai diri Hesti, berarti juga Hesti bisa dipercaya untuk memegang rahasia perusahaan!”. Mendengar itu Hesti baru berani menjawab, ” Ya kadang kadang omong-omong, kadang-kadang juga yang lainnya Pak!”. “Yang lainnya bagaimana?” kejarku, Hesti tak menjawab tetapi hanya senyum saja. “Apa berciuman?” Hesti mengangguk. “Apakah pacar Hesti suka meremas-remas buah dada Hesti?” dengan wajah sedikit malu Hesti mengangguk. “Sekarang coba jujur pada Bapak ya, apakah Hesti pernah berhubungan seks?”, dengan wajah yang makin merah Hesti menganggukkan kepalanya. Kukejar lagi dengan pertanyaan, “Sudah dengan berapa pria Hesti berhubungan seks? Hesti menjawab, “Empat orang Pak!” Aku tidak terlalu terkejut dengan pengakuan Hesti ini, tetapi karena aku tak terlalu tertarik dengan Hesti, maka aku tidak berusaha untuk mengajaknya untuk main, aku hanya ingin mengetahui keadaan Hesti luar dalam dan nantinya memberi dia duit agar supaya kalau tokh dia tidak kuterima maka aku tidak dituntutnya macam-macam. Dari laci mejaku kukeluarkan sebendel uang limapuluh ribuan senilai 5 juta rupiah, aku berkata kepada Hesti, bahwa aku ingin melihat dia membuka pakaiannya agar aku dapat lebih mengenal dia secara nyata, untuk itu akan kuberikan uang 5 juta rupiah yang ada di depannya itu.

Kalau nanti dia diterima, maka uang itu tetap menjadi miliknya, sedangkan kalau tidak maka uang itu sebagai hadiah dariku. Hesti ternganga mendengar perintahku yang tak pernah didengarnya itu, tetapi ia benar-benar siap untuk apapun rupanya. Dengan agak gemetar ia berdiri dan mulai membuka pakaiannya satu persatu, aku hanya duduk saja di depannya. Seperti yang kuduga buah dada Hesti cukup montok untuk badan ceking seperti itu, ketiaknya juga bersih mulus tanpa bulu selembarpun, ketika BH-nya dilepas, tampaklah buah dadanya yang kelihatannya sudah agak mengendur dan penuh dengan kecupan merah. Dari situ aku yakin kalau Hesti ini doyan main! Ketika Hesti membuka rok dan sekaligus celana dalamnya, penisku agak tegang juga, karena selangkangan Hesti ditumbuhi dengan bulu yang cukup rimbun. Setelah telanjang, Hesti berdiri mematung di depanku sambil tersenyum dan menunduk. Aku berdiri mendekati dia dan menyentuh susunya yang kurasakan agak empuk begitu juga dengan pantatnya, ketika kuraba bulu vaginanya, Hesti merangkulku seperti orang yang kaget. Aku diam saja, hanya jariku yang mulai menyelinap di antara celah pahanya mencari liang vaginanya.

Hesti mengerang ketika jariku menyentuh clitorisnya, tangannya meremas-remas bahuku tanpa berkata apa-apa. Aku merasa semuanya sudah cukup, maka aku kembali duduk di kursiku dan kusuruh dia kembali berpakaian. Setelah kuberikan uang dalam amplop itu, kuucapkan terima kasih dan kuminta Hesti menunggu kabar dari personalia. Hesti juga mengucapkan terima kasih dan meninggalkanku. Setelah itu masuk berturut-turut, Meity, Retno, Onny dan Ratih yang perkiraan Lenny masih perawan. Meity, Retno maupun Onny semuanya juga kuberi hadiah 5 juta rupiah setiap kali mereka telanjang bulat di depanku, semuanya berbadan bagus dengan susu yang montok, benar-benar berat bagiku untuk menahan diri menghadapi vagina yang masih muda dan segar seperti milik mereka itu.

Ketika Onny telanjang di depanku aku tak tahan untuk tak menciumi vaginanya yang berwarna merah muda itu, kujilati clitorisnya sampai Onny merintih-rintih, begitu juga dengan Retno yang sempat merasakan tusukan penisku meskipun hanya sampai dasar dan segera kucabut kembali. Ratih yang diduga Lenny perawan ternyata juga sudah tak perawan, justru cewek satu ini yang berani terang-terangan mengajakku untuk main tetapi aku ragu-ragu karena aku hanya mau main dengan calon pegawai yang betul-betul akan kuterima saja, yang lainnya cukup main-main saja. Kesabaran dan ketahananku akhirnya berbuah juga, ketika calon sekretarisku yang bernama Wulan masuk, aku merasakan kalau inilah cewek yang tepat untuk mendampingi Lenny sebagai sekretaris, mataku dengan tak sungkan-sungkan melahap wajah dan tubuh Wulan yang tinggi besar itu. Wajahnya cantik dengan tipe Jawa, hidungnya mancung dan kulitnya putih, bibirnya sangat sensual dengan lipstick merah tua.

Blousenya yang berpotongan rendah dilapisi jas berwarna biru tua, sepintas aku dapat melihat lekuk buah dadanya yang dalam menandakan kalau buah dada pemiliknya montok. Dari penampilannya, sepertinya cewek yang satu ini alim, tetapi aku yakin kalau sebenarnya dia ini super hot dan sangat sesuai dengan seleraku. Pandanganku yang jalang itu, tidak membuat dia rikuh, malah dia tersenyum manja waktu mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tangannya empuk dan hangat sekali, begitu juga dengan suaranya yang agak bernada bass itu.

Semuanya sangat memuaskan seleraku, hanya sekarang tergantung bagaimana aku dapat mengolah agar dia dapat aku sikat dan selanjutnya akan kupakai untuk membantu Lenny. Pikiranku sudah membayangkan kalau mereka berdua aku sikat sekaligus diruang ini, pasti asyik. Setelah berbasa basi dengan menanyakan beberapa hal yang sifatnya formil, aku mulai menanyakan hal hal yang sensitif, karena begitu bernafsu akau merasakan kalau suaraku agak gemetar, tetapi justru yang kulihat Wulan malah tersenyum melihat gayaku itu. “Wulan keberatan nggak kalau saya tanya hal hal yang sifatnya pribadi, karena sebagai tangan kanan Bapak, tentunya Bapak juga ingin tahu hal hal seperti itu”.

“Tentu saja boleh Pak, silakan Bapak tanya apa saja!”, Aku menelan ludah mendengar jawaban Wulan yang menantang itu. “Wulan tingginya berapa ya?”. “Seratus tujuh puluh enam senti Pak”. “Berapa ukuran vital Wulan?”. “Dada 36, pinggang 30, pinggul 38″, Aku tersenyum mendengar ukuran vitalnya yang hebat itu, Wulan juga menyeringai melihat aku tersenyum itu. “Masak dada Wulan sebesar itu, kelihatannya kok nggak ya!”. “Benar kok Pak, Wulan nggak bohong”, jawabnya mengajuk. “Coba Wulan buka jasnya, biar Bapak bisa melihat lebih jelas!”.

 Tanpa ragu-ragu Wulan berdiri dan melepas jasnya, ternyata Blouse Wulan tak berlengan sehingga aku dapat melihat lengannya yang putih mulus itu. Memang setelah Wulan hanya memakai blouse, baru kelihatan kalau susunya memang besar. Ketika kusuruh Wulan mengangkat lengannya, kelihatan juga kalau ketiaknya penuh bulu yang sangat aku sukai. Aku makin bernafsu melihat tubuh Wulan yang sip ini, tetapi aku masih harus berusaha agar Wulan benar benar dapat kutiduri, karenanya aku masih harus terus berusaha. “Apakah Wulan pernah melihat blue film?” “Pernah Pak”. “Sering?”. “Sering”. “Coba ceritakan pada Bapak apa yang kamu sukai kalau nonton blue film itu!” Wulan pertamanya agak ragu untuk menjawab, tetapi akhirnya keluar juga jawabannya.

“Wulan senang kalau mereka melakukan adegan pemanasan, dan juga melihat mimik muka ceweknya kalau puas! Aku rasanya sudah tak tahan lagi ingin menubruk Wulan, tetapi aku masih menahan diri. “Wulan, coba ya behanya dilepas, Bapak ingin melihat buah dada Wulan!”. “Apa blousenya juga dilepas Pak?”. “Terserah!”. Kembali Wulan berdiri, dia dengan tenang membuka blousenya serta kemudian melepas pengait behanya. Benar-benar fantastis payudara Wulan, besar, montok, putih namun sedikit kendor. Aku sejenak terpana memandangnya, tetapi aku langsung dapat menguasai diriku dan berdiri dan berjalan memutari mejaku mendekati Wulan. Tanpa ragu kedua tanganku langsung meremas payudara Wulan dengan lembut. Wulan hanya diam saja, merasakan empuknya payuadara Wulan aku tahu kalau dia sudah tidak gadis lagi. Remasan tanganku ke payudara Wulan menyebabkan puting susunya mulai mengeras, aku menyelusupkan tanganku ke ketiaknya dan mengangkat lengannya tinggi-tinggi, kuperhatikan ketiaknya yang penuh dengan bulu hitam itu dan tanpa sadar aku sudah menciuminya.

 Saat itulah Wulan mulai mendesah kegelian, aku terus menciumi bulu ketiaknya yang berbau harum oleh karena deodorant itu untuk kemudian ciumanku mulai mengarah keputing susunya. Wulan dengan agak berbisik berkata, “Pak, nanti ada yang melihat lho, Wulan takut!”, Aku mana peduli dengan semua itu. Justru sambil mengulum puting susunya aku mulai melepaskan rok yang dipakainya. Dengan mudah kulepaskan rok bawah Wulan demikian juga dengan celana dalamnya, ketika kuraba selangkangan Wulan dapat kurasakan ketebalan bulu vaginanya di telapak tanganku, ketika jariku menyelinap ke dalam vaginanya. Wulan makin menggelinjang dan meremas pundakku tanpa bersuara sedikitpun. Karena aku tahu waktuku hanya sebentar, maka aku menghentikan ciumanku dan mulai melepasi pakaianku sendiri.

Wulan hanya berdiri saja melihat aku melepaskan semua pakaianku itu, matanya terbeliak ketika kulepas celana dalamku sehingga penisku tersembul keluar. Dengan terbata-bata ia berkata “Pak saya takut Pak, punya Bapak besar sekali, nanti nggak cukup lho Pak, saya baru beberapa kali bersetubuh! Aku berbisik agar ia tak takut karena aku akan hati hati dan kujamin dia tak merasa sakit. Kubaringkan Wulan di sofa yang ada di kantorku, dan aku kembali ke mejaku.

Tanpa diketahui Wulan aku memejet interkom untuk memanggil Lenny, Lenny yang telah mengerti dengan kode dari aku segera masuk ke ruanganku dengan tenangnya. Tetapi lain dengan Wulan yang langsung meloncat kaget dengan wajah pucat pasi dan kebingungan mencari penutup tubuh. “Wulan nggak usah takut, tokh nanti kalau kamu kerja juga bersama dengan Mbak Lenny, jadi rahasiamu juga jadi rahasia Mbak Lenny ya!”, Wulan hanya diam saja dengan wajah merah menatap Lenny yang tersenyum manis kepadanya. Ketika kutanyakan dimana kondom yang kubutuhkan, Lenny mengeluarkannya dari saku dan membukanya untuk kemudian dengan berjongkok ia memasangnya di penisku yang sudah berdiri kaku itu, karena memang tujuannya agar supaya Wulan tidak rikuh dengan dirinya, Lenny secara sengaja mengulum penisku dulu sebelum memasang kondom bahkan dengan demonstratif ia menelan seluruh penisku hingga tinggal pelirku saja. Wulan memandang semua itu dengan wajah merah padam, entah karena malu atau karena nafsunya yang sudah naik. 

Yang pasti ia diam saja ketika Lenny duduk di atas meja kerjaku sementara aku mendekatinya, kurenggangkan kaki Wulan sehingga vaginanya kelihatan merekah merah tua. Pelan-pelan kusapukan lidahku kepinggir vagina Wulan, Wulan langsung mendesah dan mendorong kepalaku, aku diam saja malahan kuteruskan jilatanku pada clitorisnya yang bulat itu, Wulan merintih rintih kegelian, tanganku tak tinggal diam juga ikut meremas remas susunya yang montok itu. Wulan dengan gemetar meraih penisku dan diremasnya penisku dengan gemas sekali. Aku juga kasihan melihat Wulan yang demikian kebingungan karena merasakan kegelian yang luar biasa itu, tetapi tujuanku sebenarnya agar dia tak terlalu merasa sakit bila penisku yang gede itu menembus vaginanya.

Langsung saja aku mengarahkan penisku ke liang vaginanya yang sudah basah kuyup dan merekah itu, ketika kulihat ujungnya sudah terselip diantara bibir vagina Wulan, pelan-pelan kutekan masuk. Wulan menggigit bibirnya sementara tangannya memegang pantatku entah mau menahan atau malahan mendorong, yang pasti penisku dengan pelan berhasil juga masuk seluruhnya ke dalam liang vaginanya. Vagina Wulan terasa legit sekali, rasa hangat yang menjepit penisku membuat aku menggigit bibir karena enaknya. Tetapi seperti yang kuduga, Wulan kurang berpengalaman dalam persetubuhan, karena meskipun penisku sudah mentok menyentuh leher rahimnya, ia diam saja bahkan menutup matanya. Aku berbisik di telinganya agar Wulan juga menggerakkan pantatnya, tetapi Wulan tetap diam saja. Gerakan penisku naik turun membuat vagina Wulan bertambah basah dan becek, aku benar-benar kecewa dengan vagina Wulan ini, rasanya aku kepengen mencabut penisku dan berpindah ke vagina Lenny yang pasti lebih pulen dibanding punya Wulan itu, tetapi aku tak mau melukai perasaan Wulan.

Dengan agak tergesa-gesa aku mempercepat genjotanku agar aku segera mencapai puncak kenikmatanku, tetapi dasar masih belum berpengalaman, tiba-tiba saja Wulan merintih keras, sementara kurasakan vaginanya mengejang. Rupanya Wulan sudah mencapai puncak kepuasannya, badannya berkeringat dan kakinya erat melingkar dipantatku. Dengan beberapa sentakan lagi, akupun memuntahkan air maniku yang tertampung dalam kondom yang kupakai. Begitu rasa geli mulai hilang dari ujung penisku, aku segera mencabut penisku dan kusuruh Lenny mengajak Wulan untuk keluar dari ruanganku. Lenny tersenyum melihatku, ia tahu bahwa aku kurang puas dengan permainan Wulan, pasti nantinya Lenny harus bekerja keras untuk mendidik Wulan agar tahu seleraku dalam bermain main! Kuingatkan Lenny agar tak lupa memberi Wulan uang serta memanggilnya lagi untuk masuk kerja. TAMAT (secure)
Cinta Satu Malam Dengan Mbak Yuli

Cinta Satu Malam Dengan Mbak Yuli

This summary is not available. Please click here to view the post.
BH Hitam Milik Tante Wike yang Seksi

BH Hitam Milik Tante Wike yang Seksi

Aku sedang tidur ketika HPku berdering. Suara yang tak asing terdengar ditelingaku. Rupanya tante Wike ada di Ykt. Katanya sich ada tugas kantor dengan teman-temannya dan aku diminta datang kehotel *** tempat mereka menginap.

Sambil jalan aku membayangkan sosok tante Wike. Dia adik ibuku yang berusia 39 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan tinggi 175 cm, tubuhnya ramping dan seksi. Dadanya dihiasi oleh sepasang payudara yang indah dan besar. Waktu kecil dulu aku sering mengintip dada tante Wike dan kalau onani sering membayangkan dadanya itu. Kalau membandingkannya dengan artis, tante Wike mirip Vina Panduwinata.

Sesampai di hotel aku diperkenalkan dengan 2 teman tante Wike, Pak Bondan(46) dan bu Shinta(37). Mereka memintaku menjadi penunjuk jalan selama mereka di Ykt, dan aku menyanggupinya. Setelah itu kami berkeliling kota sampai jam 21:47.

Karna sudah malam tante Wike meminta aku menginap dikamarnya saja. Kesempatan batinku, dari tadi aku sudah gatal melihat payudara tante Wike dibalik baju tang top biru yang ketat. Aku tak ingat lagi kalau dia tanteku, yang penting hasratku tersalurkan pikirku.

Setelah masuk kamar tante Wike pergi mandi, aku langsung memikirkan cara bagaimana agar aku bisa menikmati tubuh tante Wike yang tetap seksi walau telah memiliki 2 anak. Saat dia keluar aku menelan ludah, dengan celana pendek ketat sampai diatas lutut dan baju kaos putih tanpa lengan benar-benar memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya yang sempurna. Saat tante Wike lewat didepanku tercium wangi sabun dari tubuhnya, saat ia hendak mengeringkan rambutnya terlihat BH hitam kesukaanku dari balik ketiak tante Wike.

Aku jadi gelap mata. Begitu tante Wike membelakangiku, langsung kurangkul dia. Bibirku menyedot lehernya, sementara tanganku yang satu meremas sepasang payudara dan yang satu lagi bermain diselangkangan dan paha tante Wike. Hanya sebentar ia meronta setelah itu tubuh tante Wike menjadi tenang.
“Izinkan aku merasakan tubuh tante yang indah ini ya?” Desahku di kuping tante Wike.
“Gimana Ndra? Tapi sekali ini aja ya Ndra.. dan kamu harus janji ini menjadi rahasia kita berdua” Kata tante Wike. Aku mengangguk kecil tanda bersedia.

Tante Wike lalu mencopot bajunya dan terlihatlah buah dadanya yang putih mulus terbungkus BH hitam, aku diam memperhatikan, birahiku mulai naik. Lalu tante Wike mencopot celana ketatnya terlihat paha mulus yang kugerayangi tadi. Saat ia hendak melepas tali BH aku cegah. Dengan lembut tanganku kebelakang pundak tante Wike membuka kaitnya lalu memelorotkan BH itu sambil menggesek puting susunya. Sepasang payudara berukuran 36 B terlihat sangat indah dipadu dengan puting susunya yang mencuat kedepan.

Tante Wike lalu mencopot celana dan CD hitamnya. Dan kini ia telah telanjang bulat, penisku terasa tegang karna tak menyangka tubuh tante Wike seindah itu. Lalu ia naik keatas ranjang dan merebahkan badannya telentang. Aku begitu takjub, tubuh tanteku yang aduhai telanjang dan pasrah berbaring diranjang tepat dihadapanku.
“Ayo Ndra.. apa yang kamu tunggu, tante udah siap, jangan takut kalau belum pernah nanti tante bantu” Kata tante Wike.
“Iya.. tolong ya tante” Jawabku berbohong.

Segera aku melepas semua pakaianku karna sebenarnya aku juga sudah tak tahan. Kulihat tante Wike memperhatikan kejantananku yang berdenyut-denyut, lalu aku naik keatas ranjang dan memulainya. Langsung saja kukecup bibirnya, kulumat-lumat bibirnya, terasa ia kurang meladeni bibirku, masih canggung pikirku, tapi tidak aku hiraukan terus aku lumat bibirnya. Sementara kuarahkan tanganku ke dadanya. Kutemukan gundukan bukit, lalu aku elus-elus dan remas buah dadanya sambil sesekali memelintir puting susunya.

“Ooh.. Ndra.. apa yang kau lakukan.. ergh.. sshh..” Tante Wike mendesah tanda birahinya mulai naik, sesekali aku merasakan ia menelan ludah yang mulai mengental. Setelah puas dengan bibirnya, kini bibirku kuarahkan kebawah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengulum buah dada tante Wike. Sejenak aku pandangi buah dada yang kini berada tepat dihadapanku, ooh sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah terjamah laki-laki. Langsung aku jilati dari bawah lalu kearah putingnya, sementara buah dada kanannya tetap kuremas-remas sehingga tambah kenyal dan mengeras.

“Emmh oh aarghh” Tante Wike mendesah hebat ketika aku menggigit puting susunya.
Kulirik wajahnya dan terlihat matanya merem melek dan giginya menggigit gigi bawahnya, kini jariku kuarahkan keselangkangannya. Disana kurasakan rambut yang tumbuh disekeliling vagina tante Wike. Jari-jariku kuarahkan kedalamnya, terasa lubang itu sudah sangat basah, tanda bahwa dia sudah benar-benar terangsang. Kupermainkan jari-jariku sambil mencari kelentitnya. Kupermainkan jariku keluar-masuk didalam lubang vagina tante Wike yang semakin licin tersebut.

“Aarrgghh.. eenhh.. Ndra kam.. mu ngapain oohh..” Kata tante Wike meracau nggak karuan, kakinya mengecak-ngecak sprei dan badannya menggeliat. Tak kuperdulikan kata-katanya, maka tubuh tante Wike makin menggelinjang dikuasai nafsu birahi. Kurasakn tubuh tante Wike menegang dan wajahnya memerah bercucuran keringat, aku pikir dia sudah mau klimaks. Kupercepat gerakan jariku didalam liang vaginanya.
“Oohh.. arghh.. oohh..” kata tante Wike dengan nafas tersengal-sengal dan tiba-tiba.

“Ooh..aahh..” Tante Wike mendesah hebat dan pinggulnya terangkat, badannya tergetar hebat beberapa kali. Terasa cairan hangat memenuhi lubang vaginanya.
“Oohh.. ohh.. emhh..” Tante Wike mendesah-desah meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
“Ndra apa yang kamu lakukan kok tante bisa kayak gini?” Tanyanya padaku.
“Kenapa memangnya tante?” Kataku sambil meremas payudaranya.
“Baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini, luar biasa” Kata tante Wike. Ia lalu bercerita kalau om Widya (suaminya) hanya sebentar saja jika bercumbu sehingga ia kurang puas.

“Sayang.. sekarang giliranku” Bisikku ditelinganya, tante Wike mengangguk kecil.
Aku mulai mencumbunya lagi, kulakukan seperti tadi, mulai dari bibirnya yang kulumat, lalu buah dadanya yang aku nikmati. Setelah kurasa cukup, kusejajarkan tubuhku diatas tubuhnya dan tante Wike tahu. ia lalu mengkangkangkan pahanya lalu kuarahkan batang kejantananku keliang senggamanya. Perlahan-lahan aku masukkan batang penisku dan aku nikmati. Batang kejantananku mudah saja memasuki liang senggamanya karna sudah sangat basah dan licin. Kini perlahan-lahan aku gerakkan pinggulku naik turun. ooh nikmatnya.

“Lebih cepat Ndra.. aarghh.. mmhh” Kata tante Wike terputus-putus dengan mata yang merem melek. Aku percepat gerakanku lalu terdengar suara berkecipak dari selangkangannya.
“Iya.. begitu.. aahh.. terr.. russ.. aarghh..” kata tante Wike tak karuan.
Keringat kami berucuran menjadi satu, kulihat wajahnya semakin memerah.
“Ndra, tante mau.. enak lagi.. ohh.. ahh.. aahh ahh..” Kata tante Wike sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar dan kurasakan vaginanya dipenuhi cairan hangat menyiram batang penisku.

Remasan dinding vaginanya begitu kuat, akupun mempercepat gerakanku dan.. croott.. akupun mencapai klimaks.. aahh.., kubiarkan air maniku keluar didalam liang senggama tante Wike. Kurasakan nikmat yang luar biasa, kupeluk tubuhnya erat-erat sambil mengecup puting susunya menikmati kenikmatan sex yang sesungguhnya. Setelah cukup menikmatinya kucabut penisku dan kubaringkan tubuhku disampingnya.

“Tante Wike, terima kasih ya..” Kubisikkan lirih ditelinganya sambil kukecup pipinya.
“Tante juga Ndra.. baru kali ini tante merasakan kenikmatn seperti ini, kamu hebat” Kata tante Wike lalu mengecup bibirku.
Kami berdua lalu tertidur karna kelelahan.

Sekitar jam 3 pagi aku terbangun. Setelah meminum segelas air aku memandangi tubuh telanjang tante Wike. Benar-benar menggairahkan sekali, kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya masih terjaga diusianya yang hampir berkepala 4 ini. Lalu aku mulai mencumbunya lagi, kali ini aku ingin menikmati dengan sepuas hatiku setiap inci tubuh tante Wike. Perlahan-lahan aku lumat bibir tante Wike dengan penuh kelembutan sampai ia mulai terbangun lagi.

Setelah tante Wike terbangun kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, kupermainkan lidahku didalam mulutnya. tante Wikepun mulai berani, lidahnya juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin betah saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku beroperasi didadanya, kuremas-remas payudaranya yang kenyal mulai dari lembah sampai ke puncaknya lalu aku pelintir putingnya shingga ia menggeliat dan menggelinyang. Dua bukit kembar itu semakin mengeras. Ia menggigit bibirku saat kupelintir puting susunya.

Setelah aku puas dibibirnya, kini aku melumat dan mengulum payudaranya. Dengan sigap lidahku menari-nari diatas bukitnya yang putih mulus itu. Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yang sebelah kanan. Kulihat mata tante Wike sangat redup, ia memagut-magut bibirnya sendiri, mulutnya mengeluarkan desahan erotis.
“Oohh.. aarghh.. en.. ennak Ndra, emmh..” Kata tante Wike mendesah-desah.

Tiba-tiba tangannya memegang tanganku yang sedang meremas-remas payudaranya dan menyeret ke selangkangannya. Aku paham apa yang diinginkannya, ia ingin agar aku segera mempermainkan liang vaginanya. Jari-jariku pun segera bergerilya divaginanya. Kugerakkan jariku keluar masuk dan kuelus-elus klentitnya yang membuat tante Wike semakin menggelinyang tak karuan.
“Ya.. terruss.. argghh.. eemmh.. enak.. oohh..” Mulut tante Wike meracau.

Setiap kali tante Wike terasa mau mencapai klimaks, aku hentikan jariku menusuk vaginanya, setelah ia agak tenang, aku permainkan lagi liang senggamanya, kulakukan beberapa kali.
“Emhh Ndra.. ayo dong jangan gitu.. kau jahat oohh..” Kata tante Wike memohon.
Mendengarnya membuatku merasa kasihan juga, tapi aku tidak akn membuatnya klimaks dengan jariku tapi dengan mulutku, aku ingin menerapkan hasil latihanku dengan bu Denok dan bu Atika.

Segera kuarahkan mulutku keselangkangannya. Kusibakkan rambut-rambut hitam yang mengelilingi vaginanya dan terlihatlah liang senggamanya yang merah dan mengkilap basah, sungguh indah. Segera aku jilati lubang itu, lidahku kujulurkan keluar masuk.
“Ndra.. apa yang kamu lakukan.. arghh itu kan ji.. jik emhh..” Kata tante Wike.
Aku tak perdulikan kata-katanya, lidahku terus menari-nari didalam liang senggamanya bahkan menjadi semakin liar tak karuan

Ketika lidahku menyentuh kelentitnya, ia mendesah panjang dan tubuhnya menggeliat tak karuan dan tak lama tubuhnya bergetar beberapa kali, tangannya mencengkram sprei dan mulutku dipenuhi cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.
“Ohmm.. emhh.. ennak Ndra.. aahh..” Kata tante Wike ketika ia klimaks.
Setelah tante Wike selesai menikmati kenikmatan yang diperolehnya, aku mencumbunya lagi karna aku juga ingin mencapai kenikmatan. Kali ini posisiku dibawah tubuh tante Wike.

Aku tidur telentang dan tante Wike melangkah diatas batang penisku. Tangannya memegang batang kejantananku yang tegak perkasa, setelah menjilatinya lalu perlahan-lahan pinggangnya diturunkan dan vaginanya diarahkan ke batang penisku dan dalam sekejap bless burungku hilang ditelan liang kewanitaannya. Tante Wike lalu mulai melakukan gerakan naik turun, ia angkat pinggannya dan ketika sampai dikepala penisku ia turunkan lagi. Mula-mula ia pelan-pelan tapi kini ia mempercepat gerakannya.

Kulihat wajahnya penuh dengan keringat, matanya sayu sambil merem melek dan sesekali ia melihat kearahku. Mulutnya mendesis-desis, sungguh seksi wajah wanita yang sedang dikuasai nafsu birahi dan sedang berusaha mencapai puncak kenikmatan. Wajah tante Wike terlihat sangat cantik seperti itu ditambah lagi rambut sebahunya yang terlihat acak-acakan terombang ambing gerakan kepaalanya. Payudaranya terguncang-guncang, lalu tanganku meremas-remasnya. Desahannya tembah keras katiak jari-jariku memelintir puting susunya.
“Oh emhh yaah.. oohh..” Itulah kata-kata yang keluar dari mulut tante Wike.

“Tante nggak kuat lagi Ndra..” Kata tante Wike sambil berhenti menggerakkan badannya.
Aku tahu ia segera mencapai klimaks, lalu aku rebahkan tubuh tante Wike dan kupompa liang senggamanya, tak lama tante Wike mencapai klimaks. Kuhentikan gerakanku untuk membiarkan tante Wike menikmati orgasmenya yang kesekian. Setelah itu kucabut batang penisku dan kusuruh tante Wike menungging lalu kumasukkan batang penisku dari belakang. Tante Wike terlihat hanya pasrah saja terhadap apa yang kulakukan padanya. Ia hanya mendesah kenikmatan.

Setelah puas dengan posisi ini, aku suruh tante Wike rebahan lagi dan aku masukkan lagi batang kejantananku dan memompa vaginanya lagi, karna aku ingin mengakhirinya. Beberapa saat kemudia tante Wike ingin klimaks lagi, wajahnya memerah dan tubuhnya menggelinjang ke sana ke mari.
“Ahh.. oh.. tante mau enak lagi Ndra. arrghh ahh..” kata tante Wike.
“Tunggu sayang, ki.. kita barengan.. aku juga sedikit lagi..” desahku.
“Tante udah nggak tahan Ndra.. ahh..” kata tante Wike mendesah panjang.

Lalu tubunya bergetar hebat, pinggulnya terangkat naik. caran hangat membasahi batang kejantananku. Cairan hangat menyirami batang penisku dan kurasakan dinding vaginanya seakan akan menyedot penisku begitu kuat dan akhirnya aku pun tidak kuat.. crott.. aku pun mencapai klimaks.

Nikmatnya luar biasa. Lalu kami saling berpelukan erat meresapi kenikmatan yang merasuki kami berdua.
“Thank’s tante” Bisikku sambil memelintir puting susunya.

Setelah itu 3 malam berturut-turut aku memuaskan hasrat yang terpendam sejak aku kecil sampai tante Wike kembali pulang ke Smr.
“Kalau pulang.. jangan lupa kerumah ya” Bisiknya saat akan naik ke pesawat terbang di bandara.
Aku tersenyum penuh arti. Sebentar lagi aku akan pulang berlibur, aku sudah rindu dengan tante Wike yang aduhai.E N D (secure)
Back To Top