Breaking News
Loading...
Loading...
May 28, 2012

Enam Tipe Atasan (THE BOSS) dan Cara Menghandapinya


Cara Menghadapi Atasan ditempat Kerja - Apa Anda sering bermasalah dengan atasan? Terkadang, kemauan atasan tidak sama dengan keinginanan Anda. Hal itu cenderung menimbulkan permasalahan yang bisa menjadi masalah nantinya. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika mengahadapi si bos. Pelajari terlebih dahulu kepribadiannya agar bisa mengerti bagaimana cara menanganinya. Dikutip dari Times of India, berikut enam tipe atasan dan cara menanganinya.

1. The Dangler
Atasan dengan tipe ini biasanya lebih mementingkan kepentingan pribadi. Terkadang, ucapan mereka pun hanya berupa janji. Bahkan, mereka tidak segan-segan mengganggu Anda saat hari libur atau ketika cuti. Atasan yang bertipe the dangler cenderung malas dan tidak mau repot.

Cara Menanganinya: Berlatihlah menulis tentang pencapaian yang telah Anda lakukan kepada perusahaan, kemudian kirimkan kepada atasan melalui e-mail. Ingatkan atasan mengenai janji yang pernah dia katakan. Yakinlah pada diri sendiri kalau Anda adalah karyawan yang berkualitas. Hal ini bisa membuat si bos berpikir dan takut kehilangan Anda sehingga tidak memperlakukan Anda seenaknya.

2. The Best Friend
Tipe bos seperti ini bisa diajak kerja sama. Anda dapat mengakrabkan diri untuk rencana membangun perusahaan. Namun, jangan sampai kedekatan itu membuat atasan mengenal kepribadian Anda lebih mendalam. Apalagi jika si bos tidak lagi menganggap Anda karyawan atau memiliki perasaan yang lain terhadap Anda. Hal tersebut bisa menjadi bencana yang mengancam karier suatu hari nanti kalau terjadi sesuatu di antara kalian.

Cara Menanganinya: Berikan batasan dalam menghadapi atasan yang bertipe the best friend. Pisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Dengan begitu, semua akan berjalan dengan seimbang.

3. The Viper
Atasan yang bertipe the viper biasanya suka memberikan kritik pedas terhadap karyawannya. Ucapannya bagaikan ular yang berbisa. Setiap ada kesalahan, atasan pasti menyinggung Anda yang bisa membuat malu di hadapan orang banyak dengan kata-kata yang menusuk.

Cara Menanganinya: Jangan bersikap keras kepada atasan tipe ini atau Anda terlibat dalam masalah. Cobalah lebih bersabar saat menghadapinya. Latih diri Anda untuk berkomunikasi dengan atasan melalui pikiran yang terbuka. Ingat, di sisi lain, mereka masih mempunyai hati yang lembut.

4. The Number Cruncher
Bos dengan tipe ini hanya peduli terhadap data perusahaan, apakah telah meningkat atau masih tetap pada posisi yang sama. Mereka tidak melihat seberapa keras usaha Anda walaupun Anda sudah sukses menyelesaikan suatu proyek. Tidak ada bonus atau apapun yang bisa membangkitkan semangat karyawannya bekerja kembali sebelum perusahaan berkembang pesat.

Cara menghadapinya: Buatlah laporan berbentuk data yang komparatif mengenai kualitas yang telah dilakukan ketika menghadapi pesaing perusahaan. Menyimpan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang pernah diselesaikan. Hal tersebut sebagai bukti kepada atasan kalau diri Anda memang berkompeten dalam memajukan perusahaan.

5. The Invisible Man
Atasan bertipe the invisible man biasanya jarang sekali ada di tempat. Mereka cenderung memberikan kendali perusahaan kepada karyawan, mungkin salah satunya Anda. Bahkan, ketika timbul suatu masalah yang perlu didiskusikan bersama atasan, mereka sangat susah ditemui karena alasan pribadi. Hal itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.

Cara menghadapinya: Temukan cara supaya Anda bisa mengatur jadwal pertemuan dengan atasan setiap minggu. Bagaimanapun sibuknya mereka, evaluasi dan komunikasi secara langsung antara Anda serta atasan sangat penting. Bisa saja mereka memang tidak menyadari bahwa Anda juga membutuhkan bantuannya.

6. The Flaming Fury
Kapan terakhir Anda melihat bos tersenyum? Jika jawabannya hampir tidak pernah atau senyumnya sangat mahal berarti atasan mempunyai tipe ini. Umumnya, mereka dikenal sebagai pribadi yang galak. Jika pekerjaan Anda kurang memuaskan, sedikit cacian serta teriakan akan menggema di telinga Anda.

Cara menghadapinya: Mencoba tersenyum dan tetap menghormati atasan. Tunjukkan sikap lembut dan bersahabat walaupun mereka tidak merespon. Atasan yang seperti ini kerap kali berpikir kalau dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan marah-marah. Untuk itu, jika Anda terus menunjukkan sikap berteman dengan atasan, tidak menutup kemungkinan kalau si bos akan mengubah pandangannya terhadap Anda.
(rma/eny) sumber

Follow Our Twitters

0 Leave Your Comment :

Post a Comment

Thanks you for your visit please leave your Comment

Back To Top